Minggu, 03 Maret 2013

Hari Ke Empat di Bulan Maret


Hari ini, adalah hari ke empat di bulan Maret, tepat pada tanggal 4 aku sudah memulai kuliah perdana di semester 4. seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya, seperti semester-semester sebelumnya, aku di bonceng oleh Ayah. Mau tidak mau, suka tidak suka, jawaban satu-satunya adalah mengiyakan. Ayahku memang paling tidak bisa melihat anak perempuannya jalan sendirian. Ayahku tidak seperti kebanyakan ayah pada umumnya. Ayah bisa dibilang otoriter, bisa juga dibilang tidak. Otoriter karena segala sesuatu harus dengan sepengetahuannya, seizinnya, bahkan dengannya. Di lain pihak, kami juga sebagai anaknya harus mengikuti kehendak beliau. karena dia adalah Ayah kami.Jika dikata 'tidak otoriter', Ayah memang melakukan itu semua karena tidak ingin melepas taggung jawabnya sebagai Ayah yang harus melindungi anaknya dari ancaman dunia yang akan menghanyutkan.
"Kalau keluar rumah itu harus denga muhrim, jangan keluar tanpa muhrim." itulah pesan yang sering ayah sampaikan ke anak-anak perempuannya. sebuah pesan dari ajaran nabi Muhammad yang merupakan tuntunan ke dua dalam Islam setelah Al-Quran.

Ayahku memang sarat agama sekali. Beliau dulunya adalah seorang ustadz di lingkungan rumah kami. Tetapi karena sudah menginjak kepala 6, maka ayahku sudah tidak kuat lagi lama-lama berdiri saat menyampaikan dakwahnya. Beliau juga adalah seorang guru mengaji puluhan tahun silam, bahkan sebelum saya lahir, beliau sudah mengajarkan agama Allah kepada generasi Qur'ani, anak cucu Adam yang akan meneruskan dakwah Islam.

Pagi tadi, untuk pertama kalinya kegiatan belajarku dipindahkan ke kampus 1 UIN Alauddin. Kebetulan kampus UIN ada dua. Kampus 1 ini sebenarnya akan dijadikan sebuah Rumah Sakit, sekarang sedang dalam tahap renovasi. Masih ada beberapa gedung di belakang yang masih bisa digunakan untuk menjadi ruangan kuliah. Tetapi hanya beberapa jurusan saja yang dialihkan ke kampus 1. karena kuota Mahasiswa di kampus 2 sudah melebihi batas normal yang telah disediakan.

Bersambung.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jelita Hikmah Pemilu

Hari ini kita mengambil banyak hikmah. Kita mengambil nomor urut dan tahu di waktu ke berapa nama kita disebut. Pun tahu bekal apa yang t...