Selasa, 05 Maret 2013

Kebaikan Adalah Puncak Dari Segala Sesuatu


Semester 3 lalu, menjadi bagian terpenting dalam hidup ilmu pengetahuanku yang semakin ke sana semakin bertambah di bangku kuliah. Oleh Pak Salahuddin, dosen favorite-ku, menberikan materi seputar Kebaikan yang mempunyai kekuatan yang sangat besar dalam Mata Kuliahnya Aqidah Akhlak. Rangkumannya seperti apa yang saya tuliskan di bawah ini. Silahkan dibaca dan diambil manfaatnya.

"Berperilaku baik dalam segala hal adalah puncak dari segala apa yang menjadi kepribadian sebenarnya.
Dr. Masaru Emoto (Jepang), dalam bukunya “The True Power of Water”, menjelaskan tentang kehakekatan bersikap baik melalui sebuah eksperimen. Yang menjadikan 3 buah botol, dengan berisi air penuh sebagai bahan percobaan. Botol pertama adalah botol yang seringkali dihargai, semua ungkapan senang diluapkan kepadanya. Botol kedua, sebaliknya. Dia sering diremehkan, dicemooh, atau semua tentang yang jelek-jelek di arahkan kepadanya. Dan botol ke tiga, biasa-biasa saja. Artinya tidak diberi sanjungan ataupun cemoohan. Nah, dari ke tiga itu sangatlah berbeda. Emoto, kemudian membekukan ketiga botol itu, lalu mengambil foto dari ketiga botol tersebut dengan menggunakan camera yang super tinggi kualitas gambarnya, hingga mampu melihat titik-titik molekul di dalam air. Dari ketiga botol tersebut terlihat sangat jelas bahwa, pada botol pertama molekul-molekul yang teratur dan tersusun rapi, pada botol ke dua terlihat molekulnya sangat berantakan dan terlihat mengerikan, dan pada botol ke tiga terlihat molekulnya tersusun biasa-biasa saja. Jika dari ketiga botol itu digerakkan, apabila merespon, akan sama. Tetapi jika tidak, terlihat akan berbeda. Jadi, kesimpulan dari percobaan yang yang dilakukan oleh Emoto bahwa air itu hidup dan air itu pintar.
Selama ini kita didoktrinkan oleh ilmu IPA saat masih di bangku sekolah dulu, bahwa benda hidup adalah mereka yang hanya mengalami pertumbuhan,  mengalami pergerakan, berkembang biak, dan lain sebagainya. Namun Fisikawan di abad modern ini telah membuktikan bahwa segala sesuatu itu hidup. Baik itu bangku, rumah, pulpen, dan semua yang di anggap benda mati dahulu, kini semua dileburkan dan dikategorikan ke dalam satu kata, “BENDA HIDUP”. Sebagaimana, telah disebutkan juga oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa “SEMUA YANG ADA DI BUMI INI BERTASBIH KEPADA ALLAH”, Nah, ketika mereka bertasbih, berarti mereka “HIDUP”.


Lain lagi dengan Dr. Kazvo Mukarami. Dalam bukunya “The Divine Massage of DNA”, dia menjelaskan ada tiga hal yang harus ditanamkan ke dalam diri agar energi-energi negatif terbuang oleh energi-energi positif. Adapun dari ke tiganya, sebagai berikut:
      1.      Selalu memiliki niat baik
      2.      Selalu bersyukur
      3.      Berprasangka baik
Apabila ketiga hal tersebut ada dalam diri kita, maka kita akan menarik kekuatan dari sikap itu masuk ke dalam diri kita. Dalam fisika kuantum, tentang “The Law Attraction (Hukum berlawanan/timbal-balik)”, berarti hal-hal yang terjadi secara berlawanan/ timbal balik di dalamnya, terdapat juga dalam diri kita. Tanamkanlah hal-hal yang baik pada diri, dan jangan pernah menanamkan hal-hal yang buruk. Karena kita akan menuai apa yang kita lakukan. Seperti ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa “APA YANG KITA LAKUKAN HARI INI, MENJADI PENENTU AKAN JADI APA KITA KEDEPANNYA.” Karena perilaku yang baik itu untuk diri kita sendiri juga.

Sepert itulah gambaran hidup yang Allah inginkan. Pelajaran hidup dari alam melalui percobaan IPTEK yang semakin merajai dunia. Allah semakin menunjukkan kebesarannya melalui ilmu pengetahuan yang semakin berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jelita Hikmah Pemilu

Hari ini kita mengambil banyak hikmah. Kita mengambil nomor urut dan tahu di waktu ke berapa nama kita disebut. Pun tahu bekal apa yang t...