Minggu, 24 Maret 2013

Maafkan Aku, Kawan.

Maaf, kawan. Aku tak berniat mngecewakanmu.
Aku tak pernah bermaksud menaruh sedih di hatimu di malam yang semestinya mengistirahatkanmu dari gucangan dunia sedari pagi tadi
Tetapi sungguh, tak ada niat aku melakukannya
Baik itu dalam hati ataupun ucap yang telah terlanjur terlontar dan tersimpan di memorimu

Maaf, kawan. Sekali lagi Maaf.
Aku juga manusia seperti kalian dan mereka yang sering kali menitip kecewa pada yang bukan tempatnya
Tetapi sekali lagi, bukan itu yang sebenarnya menjadi niat dan keinginan dari hati dan pikiran ini
Aku hanya bercanda.
Tahukah kau aku hanya bercanda.

Aku pikir aku telah engkau kenal
Baik sikap, pribadi, maupun canda yang selalu menjadi buah bibir tatkala kita bertemu
Aku tak pernah menyalahkan siapa-siapa
Apalagi mencoba untuk membenarkan diri sendiri
Tetapi apakan kamu masih menjadi dirimu yang dahulu ketika kecewa yang tak kurencanakan terlanjur terjadi?

Maaf, Kawan. Maafkan kawanmu yang lalai ini
Yang telah merusak cermin hatimu yang tak akan pernah utuh seperti sedia kala lagi
Aku sungguh lalai,
Sekali lagi Maafkan aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengabulan Allah

Kita tidak pernah tahu, bisik hati mana yang akan Allah kabulkan. Kita tidak pernah tahu doa dari siapa yang akan Allah indahkan. Dan kit...