Jumat, 01 Maret 2013

Si Februari

Hari ini, hari kedua di bulan maret setelah si Bulan Februari hanya menitipkan 28 hari untuk disinggahi. tanggal 28 tanpa 29 bahkan 30 pada Februari yang sudah lewat hanya akan menjadi bagian dari  masa laluku, bulan yang tanpa ada refreshing penyegar pikiran saat 'libur kuliah', sehari pun. Beginilah nasib anak manusia yang notabenenya tinggal bersama keluarga. Tidak ada kata "Merantau" di kota orang. Tidak ada kata "pulang kampung" seperti kebanyakan teman di kampus kalau liburan kuliah sudah tiba. pernah saya ditanyai Liburan di mana?, lagi dan lagi jawabanyya, "Biasa, di rumah saja."

Keluargaku memang jarang memanfaatkan liburan. Paling tidak, kami hanya pergi berbelanja kebutuhan rumah, berbelanja baju, atau paling tidak shopping buku 1-2 eksemplar saja. itu pun masih sebulan belakangan ini kulakukan, padahal telah menjadi resolusi hidupku di 2013 ini, kalau aku akan membeli buku 1-2 eksemplar tiap bulannya.
Tetapi, begitulah. Dana terkadang tidak mendukung keinginanku, Kesibukan kuliah, dan kesibukan mengajar santri-santriku mengaji di tiap pagi dan sorenya.

...Tidak seperti halnya yang lain, aku menghabiskan bulan Februari dengan mengasah imajinasi berpikir melalui tulisan. entah itu cerpen, puisi, ataukah mengisi halaman novel solo yang masih kosong puluhan halaman. Bangun tidur, aku mandi, menggosok gigi, lalu membantu ibu membersihkan tempat tidurku. Kembali lagi memoriku pada beberapa tahun silam saat masih SD. Nyanyian anak-anak yang mendidik, pikirku. Tidak seperti sekarang, anak-anak banyak yang numpang tenar di lagu-lagu orang dewasa.

Si Februari yang mengisi liburanku dengan seadanya tetapi sangat bermanfaat. Tak genap seperti bulan-bulan pada umumnya, 30 atau 31 sebagai penutup. Bahkan 29 akan singgah hanya 4 tahun sekali saja. Aku terkadang berpikir pada mereka yang lahir pada tanggal 29 di bulan Februari itu, apakah mereka akan menunggu 4 tahun sekali untuk bertambahnya umur? Atau menyelinap di 1 Maret yang akan melanggar norma dalam kehidupan 'Berkalender'?. Istimewa sekali si Februari itu.

Hari ke 4 di bulan Maret adalah awal baru dalam anak tangga kesuksesan yang siap ku jejaki. Memasuki semester berjalan di semester 4 Jurusan Pendidikan Agama Islam untuk S1-ku. Sebuah pencapaian yang tak pernah terpikirkan saat masih SMA dulu. Karena jenjang setelah SMA itu  adalah jenjang langka bahkan tak pernah terjamah dalam kehidupan anak-anak dari ayah dan ibuku. Tetapi aku berhasil mendobraknya melalui beasiswa yang aku terima dari Pemerintah pusat.

Semester 4, Semester harapan yang semakin membuat dag dig dug hati saat terbayangkan toga akan menyambut hangat saat berdiri di depan podium sang rektor UIN Alauddin nanti.
Semoga harapanku tak tersungkur se-centi pun dalam tiap lembaran-lembaran bulan yang berkenan hadir di hidupku, menghiasi mimpi sang penikmat sastra dan si penggali ilmu agama ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengabulan Allah

Kita tidak pernah tahu, bisik hati mana yang akan Allah kabulkan. Kita tidak pernah tahu doa dari siapa yang akan Allah indahkan. Dan kit...