Rabu, 03 April 2013

Ayah

Malam ini kudengar begitu dalam nafas sesak Ayah yang membuatku tersayat sakit
Baru kali ini kesempatan itu menghampiriku ketika aku sibuk dengan urusan dunia yang akan memberiku jalan ke arhirat kelak
Sungguh, Ayah. Aku hanya bisa terdiam menatapmu kosong dengan rasa kasih sayang ini.
Aku tidak bisa tersenyum membentuk kubangan indah yang selalu kau inginkan untuk terlukis di hidup kami, putra-putri yang telah engkau didik dalam kehangatan yang bertumpuk-tumpuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jelita Hikmah Pemilu

Hari ini kita mengambil banyak hikmah. Kita mengambil nomor urut dan tahu di waktu ke berapa nama kita disebut. Pun tahu bekal apa yang t...