Senin, 17 Juni 2013

Cerita Pagi Tadi


Pagi ini hujan mengguyur ke bumi. Baru kali ini tampak begitu akan malam saja yang ingin hadir. Awan begitu gelap. Menggumpal dan terlihat penuh. Air yang ia tampung. Begitulah yang kuketahui. Bahwa hitamnya awan karena ada air hujan padanya.

Masih jam stengah 8, terlihat seperti akan malam. Aku masih bermalas-malasan di kamar. Keadaan tak memungkinkan untuk ku terbangun. Menyiapkan bekal yang sudah kuwanti-wanti sejak semalampun belum terlalu kupedulikan. Suara ayah dan ibu bergantian untuk didengarkan.

"Sekarang sudah jam berapa?" Ibu meneriakiku.

"Kamu sebenarnya masuk jam berapa kuliahnya?" Gantian suara ayah yang terdengar.

Aku kalut saja, tak kupedulikan seruan mereka. "Masih ngantuk..." Kataku.

Pagi yang begitu sejuk membuatku tetap bertahan di atas kasuk empuk pemberian ayah untuk ibu pada lebaran tahun kemarin. Betapa bahagianya perasaan ibu saat itu. Diberikan surprise oleh ayah meski hanya sebuah kasur yang orang-orang biasa katakan "Spring Bed".

Rencanaku ke kampus hari ini pukul 10 pagi. Mancari tugas kuliah Sejarah Peradaban Islam. Juga untuk menghadiri rapat salah satu organisasiku. Aku tak kuliah. Yah, aku ke kampus hanya untuk urusan mereka berdua. Tugas yang semestinya aku emban dan mempertanggung jawabkannya.

Maka, dengan rasa penuh tanggung jawab, kuangkat kepala ini pelan-pelan karena terasa berat kurasa. Bukan berat karena sakit kepala, tapi karena mataku masih mengajak untuk ditutup. Masih mau tidur tepatnya. Gara-garanya hujan yang datang tanpa berkata terlebih dulu.

Kubuat nasi goreng ala resepku yang biasa saja, tapi mungkin bagi orang lain luar biasa rasanya. Aku bukannya geer, tapi memang begitu kata mereka. hehe.

Singkat cerita, nasi gorengku pun jadi. Enak rasanya, memang enak. hehe. Orang-orang bugis biasanya berkata "Puji Ale", artinya memuji dirinya sendiri.

Singkat cerita lagi au sarapan, mandi lalu berangkat :D
Ah, gitu aja ceritanya. Nanti dilanjut :D
#Gak seru heheh :D


Jelita Hikmah Pemilu

Hari ini kita mengambil banyak hikmah. Kita mengambil nomor urut dan tahu di waktu ke berapa nama kita disebut. Pun tahu bekal apa yang t...