Rabu, 13 Januari 2016

Menjadi Penjanji


Jangan menjadi orang yang bersedia menampung janji. Jangan jadi orang yang bersedia menjadi penjanji.

Ada masa dimana semua janji itu tidak bisa membawa dirinya kepada kepastian. Ada pula masa dimana orang yang menjanji tidak bisa lagi mengujar janji.

Akan ada. 


Selasa, 12 Januari 2016

Perihal Pertimbangan yang Bijak




Kalau kita melihat dengan jernih sekitar kita, lebih gampang kita akan temui pertimbangan-petimbangan yang bijak. Tentang bagaimana batu di jalanan misalnya yang tiba-tiba kita temui. Menyandung kaki. Menghilangkan raut jalanan yang mulus-mulus. Atau tentang bergugurnya dedaunan satu-satu, entah yang sudah hijau atau berwarna cokelat. Atau bisa juga awan yang jatuh pelan-pelan di atas kepala. Memutih, membiru, lalu yang menghitam.


Apa yang kau dapatkan?
Itu semua adalah bagaimana kita diajarkan tentang hidup. Apa dan bagaimana kita memahami perihal apa yang pergi. Ihwal di dunia ini tak ada yang abadi. Ihwal betapa semakin kita berharap, betapa ia pergi. Lalu betapa kita tak bisa menerima. Lalu menuntut keadaan dengan air mata yang tak habis. Disimpan dengan paksa menjadi kenangan. Sebaliknya, yang kita selalu pikirkan tidak tahu bahwa kita tengah didatangi pertarungan yang tersembuyi jauh-jauh. Dalam-dalam. 

Kemudian ini menjadi hal-hal yang tak ada habisnya. Menjadi obrolan yang paling banyak di kepala. Dan rentang waktu, tak pernah mau diajaki kompromi.

Kalau kita melihat dengan jernih sekitar kita, lebih gampang kita akan menemui pertimbangan-pertimbangan yang bijak. Lalu mengapa kita tidak belajar banyak?

Jelita Hikmah Pemilu

Hari ini kita mengambil banyak hikmah. Kita mengambil nomor urut dan tahu di waktu ke berapa nama kita disebut. Pun tahu bekal apa yang t...