Minggu, 22 Oktober 2017

Kepulangan

Siang tadi, saya mengunjungi sebuah kepergian. Kepergian yang selalu dekat. Bahkan menjadi hal paling dekat dengan manusia. Kepergian itu memiliki tangis yang pecah berulang. Memilki pelukan-pelukan dari sanak saudara dan handai taulan. Mempunyai harapan, mempunyai doa yang menerus. Yang diiringi dengan kalimat-kalimat Tuhan yang indah. Mengantar ruh menujuNya.

Hari ini saya mengunjungi bukti janji Tuhan. Bukti yang membilang bahwa setiap yang bernyawa dipastikan akan merasakan mati. Yang berarti menuju kepada kehidupan berikutnya. Kehidupan yang mengekalkan kita untuk terus hidup tanpa menunggu di waktu keberapakah kehidupan akan berakhir lagi. Hanya saja, akan kekal dimanakah kita, di kehidupan yang penuh permadani dengan sungai yang mengalir, atau pada kehidupan yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu? πŸ“ΈπŸ“#inay#Muhasabah #ingatmati

Oktober 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jelita Hikmah Pemilu

Hari ini kita mengambil banyak hikmah. Kita mengambil nomor urut dan tahu di waktu ke berapa nama kita disebut. Pun tahu bekal apa yang t...