Sabtu, 06 April 2019

Kaki Kita, Kelak


Kelak, kaki-kaki kita akan bermulut tajam, tak berhati. Ia akan mengungkapkan seluruh perasaan kepada Tuhannya. Ia akan begitu kuat menyampaikan perihal rasa tidak sukanya dijadikan sebagai alat untuk berangkat menuju ke sebuah tempat yang sejatinya tidak pernah ia inginkan. Kelak, kaki-kaki kita, dengan langkah-langkahnya akan bersaksi dan bermulut manis, punya banyak hati. Ia akan mengungkapkan seluruh rasa bahagianya kepada Tuhannya, kepada seluruh yang ada. Ia akan begitu kuat menyampaikan tentang rasa harunya dijadikan sebagai alat untuk datang mengunjungi majelis-majelis surga, mengunjungi tempat-tempat terbaik di seluruh muka bumi, menemui orang-orang baik, orang-orang shalih-shalihah lalu saling berbagi dan bertukar ilmu. Hari ini, kita mendaku sebagai tuannya, mengaku sebagai pemiliknya yang sah. Merasa berhak atas segala langkah kaki, ia akan dibawa kemana, kepada siapa, untuk apa.

Kelak, kaki-kaki kita akan mampu mengungkapkan seluruh apa yang pernah ia pendam dalam-dalam, ia simpan lama-lama. Ia tidak akan merasa takut pada kita sebab ketakutannya hanya pada Tuhannya. Padahal saat itu kita hanya diam, menunduk malu. Padahal mulut kita sedang terkunci kuat-kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jelita Hikmah Pemilu

Hari ini kita mengambil banyak hikmah. Kita mengambil nomor urut dan tahu di waktu ke berapa nama kita disebut. Pun tahu bekal apa yang t...