Sabtu, 06 April 2019

Yang Tuturnya Selalu Ilmu; Coach Gunawan


"Seni kehidupan adalah melepaskan dan menerima apa yang telah ditetapkan oleh Allah." Kalimat itu diujar oleh Coach Gunawan. Kalimat yang memilki maknanya sendiri. Kalimat yang mengajarkan kita bahwa setiap apa yang ada di dunia ini adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Mengajarkan kita bahwa setiap apa yang pernah datang, tidak pernah benar-benar menetap. Mengajarkan kita bahwa setiap apapun hanya singgah, tidak pernah benar-benar tinggal.

Kebaikan akan datang untuk kita mencari hikmah yang banyak. Kebaikan pergi untuk menitipkan hikmah lalu kita dapat merenunginya untuk menjadi penerungan yang panjang lalu diamalkan dalam kebaikan yang lain.

Coach Gunawan (Internasional Certified NLP Trainer) telah genap setahun membersamai guru-guru dan pegawai di SIT Nurul Fikri Makassar. Sejak delapan Januari dua ribu delapan belas hingga sebelas januari dua ribu sembilan belas. Membersamai dalam kebaikan yang banyak, dengan pesan kehidupan yang banyak. Beliau yang penuh ilmu di isi hati dan kepalanya adalah sesosok yang akan selalu kami rindukan. Saat ini, beliau akan kembali belajar, lalu mengajar, berbagi banyak kebaikan di banyak tempat. Bukan hanya di Indonesia.

"Temukan aktivitas akhakul karimah kalian. Hadirkan rasa nyaman ketika melakukannya. Jadilah sebagai manusia yang banyak memberikan kebaikan kepada orang lain. Dan yang terakhir adalah libatkan Allah dalam setiap hal." Pesan Coach Gunawan pada siang di hari Kamis (9/01/19).

Apapun profesi kita, apapun hal yang kita yakini, apapun hal yang kita ingin lakukan, kita harus menjadi sebuah solusi bagi ummat. Memberikan kualitas amalan terbaik kalau ada masalah.

"Jadikan Nurul Fikri sebagai tempat untuk menggodok diri sebagai pribadi yang baik ke depan. Yang akan memandu untuk lebih baik ke depan." Tambahnya sebelum berpamitan. "Saya titip anak-anak Nurul Fikri. Mereka adalah imamul muttaqin, anak-anak surga yang akan memimpin ummat islam ke depannya. Sungguh, perjuangan kita masih cukup panjang." Air mata akhirnya tumpah, tak mampu lagi tertampung. Beliau mengusapnya, tetapi air mata kami semakin menjadi.

Sungguh, kalimat itu penuh dengan amanah. Seperti titipan yang harus dijaga baik-baik, benar-benar, sungguh-sungguh, yakin-yakin. Kalimat yang meminta untuk diterjemahkan bukan hanya dalam bentuk visi dan misi, tetapi juga aksi. Sebuah aksi yang harus dilakukan dengan langkah pertama. Sebab keputusan dengan hajat banyak, selalu dilakukan dengan langkah pertama. Sebab satu atau seratus kesuksesan yang besar selalu diawali dengan langkah pertama.

Dua hari yang lalu, beliau berjalan hingga punggungnya meninggalkan kami di balik pintu. Beliau adalah buku berjalan. Kepalanya adalah kumpulan ribuan memori yang terus diisi dengan keilmuan yang banyak dan beragam. Tak perlu dipertanyakan bagaimana kontribusinya dalam dakwah dan perjuangan. Tak perlu dipertanyakan bagaimana beliau begitu gigih menuntut ilmu dan berbagi banyak hal.

Perilaku manusia ada pada dua sisi. Yaitu positif dan negatif. Kita tahu, bahwa hal yang negatif itu ada tetapi kita tak bisa menghentikannya. Ia melekat. Pun beliau, juga tidak lepas dari yang namanya sisi negatif. "Tetapi sisi negatif kita bisa diubah ke arah baru, ke arah yang lebih baik. Misalnya, karakter boros. Itu adalah sifat alamiah yang dimiliki, tetapi kita bisa menjadikannya sebagai potensi kebaikan dengan misalnya 'boros' membelanjakan materi di jalan dakwah dan di jalan perjuangan kita sebagai ummat Islam." Di sebuah sesi pertemuan, beliau pernah menyebut kalimat itu.

Selamat mengerjakan seribu urusan, Coach. Selamat belajar banyak hal (lagi). Semoga dimudahkan. Sungguh, kami menunggu kisah-kisah hikmah yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk didengarkan dan dijadikan pelajaran.

Syukran, Jazakallahu Khairan atas setiap ilmu yang diberikan. Atas setiap nilai-nilai kehidupan yang didatangkan di telinga kami. Atas setiap kebaikan yang diberikan. Atas setiap semangat gigih. Atas setiap yang telah kami jadikan visi misi lalu telah menjadi aksi. Atas setiap hal-hal yang kami rencanakan dan akan berusaha kami tunaikan dengan sungguh. Atas setiap kebersamaan yang indah di SIT Nurul Fikri Makassar.

Kami mohon doanya selalu agar tetap istikamah dalam medan juang ini. Untuk terus membersamai anak-anak Surga kami di sekolah. Untuk terus membimbing mereka dengan niat-niat tulus dan niat Lillah.

Sekali lagi, Syukran Jazakallahu Khairan. Pula kepada Ayah Tono (Ketua Yayasan SIT Nurul Fikri Makassar) yang dijadikan oleh Allah sebagai perantara dalam pertemuan ukhuwah ini. Juga kepada Coach Wiguna yang dengan setia mendampingi Coach Gunawan dalam setiap pertemuan. Barakallah fiikum.

Wassalam,
Makassar, 12 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengabulan Allah

Kita tidak pernah tahu, bisik hati mana yang akan Allah kabulkan. Kita tidak pernah tahu doa dari siapa yang akan Allah indahkan. Dan kit...